Postingan

Belajar Dari Bumi Manusia

Banyak cerita yang terjadi di Bumi Manusia ini, entah nyata ataupun tidak. Semua bisa terjadi, yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Sedikit ingin ku ber cerita, tentang tentang Negri yang kaya akan budaya Sumber Dayanya. Beratus tahun di jajah, bangsanya di jadikan hina oleh Negri-Negri yang bertanah Rendah dari arah barat sana. Pribumi menjadi tahanan di tanah air mereka sendiri. Ibu Pertiwi asal mula Dewi Widiowati yang menjadi primadona, hingga menitis pada Dewi Sinta pada masanya di Perkosa, di antara padi dan rempah-rempah yang ada. Banyak calon-calon Rama, di bungkam terlebih dahulu oleh Angkara Murka Rahwana. Hak-hak di rampas, Perlawanan selalu terhempas, kemanusiaan tak lagi punya tempat untuk bernafas. Suara-suara keadilan dihilangkan, ilmu pengetahuan di sembunyikan. Beratus tahun melawan, beratusribu jiwa di korbankan. Sampai pada suatu masa terjadilah kemenangan yang terwujudkan lewat Kemerdekaan Anugrah Terindah pemberian Tuhan. Dan berpuluh-puluh tahun pada ma...

Joni, Mobile Legend dan Pemilu

Joni, Mobile Legend dan Pemilu. Pagi itu Joni yang kini menjadi salah satu mahasiswa di salah satu PTN terkenal di Kota Semarang sedang main Mobile Legend, ia hanya bertemankan secangkir Kopi tanpa ada rokok. Karena Joni berfikir rokok dapat menyebabkan serangan jantung dsb, padahal di sisi lain Joni juga berfikir bahwa bila tak merokok tapi sering Misuh² sama saja Jantungan... Hohoho... Tiba-tiba saat Joni sedang seru²nya Push Turret, ada seorang kawan organisasinya yang menelpon. Dengan kesal ia mengangkat telvon tersebut. "Iya ada apa, Boy?" "Jon, siang kan ada seminar tentang Pemilu, lah terus rencananya di bagian sebelum penutup mau ada pembacaan puisi, Nah teater yang rencana mau ngisi, tiba-tiba membatalkan karena ada hal yang urgent, Kamu bisa ngisi nggak Jo, sekedar baca puisi doang?" "Ah... Kamu terlalu ribet, yaudah aku yang ngisi, udah ya lagi fokus turret aku!" ucap Joni seraya mematikan telpon dan terus bermain Mobile Legend. Joni kesal...

Joni, Mobile Legend dan Air Mata Ibu pertiwi

Salah satu capres kampanye di daerah Joni. Membeberkan visi, misi tujuannya. Joni hanya sekilas lewat dan lanjut terus tanpa peduli kerumunan massa yang sangat banyak dan mengelu2kan capres tersebut Dia duduk di pinggir jalan dan main Mobile Legend. Beberapa tahun berikutnya terjadi banjir yang sangat besar di daerah Joni. Ternyata penyebabnya adalah salah satu gunung di daerah tersebut banyak yang di gunduli dan di jadikan bangunan penghasil Listrik tenaga Air mata Ibu Pertiwi. Ketika banjir usai, para warga yang beberapa tahun lalu hadir di acara kampanye mengadakan demo besar2an. Joni hanya santai di pinggir jalan dan main Mobile Legend seraya tersenyum sinis ketika massa lewat di depannya. Ketika Dalam permainan dia sering mati2an, akhirnya dia memilih AFK(keluar dari Game).Dalam hati Joni berkata. "Sehari jadi malaikat, 1000 hari lebih seperti penjahat. Anehnya banyak orang yang masih percaya dengan lagu-lagu istana." Akhirnya Joni memilih berlari mengejar kerumunan ...

Terror Is Me?

Sekilas Pengantar Seluruh agama mengajarkan tentang kasih sayang, begitupun Islam. Namun pasca tragedi dua pesawat dengan penumpang penuh menabrak gedung kembar WTC (World Trade Center) di New York, Amerika Serikat umat Islam sangat tersudut. Karena pelaku yang dituduh pelaku teroris mayoritas beragama Islam. Lalu diikuti berbagai peristiwa di belahan dunia, anatara lain Bom Bali 12 Oktober 2002, lalu disusul oleh ledakan Ankara, Turki, di Madrid, Spanyol, Maret 2004 serta bom mobil di Riyadh Arab Saudi, membuat media yang di dominasi dunia Barat menuduh Islam sebagai Basic Idea. Kata Radikal yang kita biasa identikkan dengan kekerasan seakan sangat pantas bila di labelkan kepada para kamu Muslimin menurut orang barat. Sehingga muncullah Islamphobia, yakni suatu sikap kebencian dan ketakutan terhadap semua hal yang berbau Islam. Sehingga saudara-saudara kita diluar sana tak jarang mendapat diskriminasi, seperti Muslim Uighur di China akhir-akhir ini. Menghadapi serangan dan kecuriga...

Menolak Lupa Fitrah Manusia

Lucunya Negeri kita, saat hanya bisa diam ketika menyaksikan tragedi kemanusiaan yang menyalahi kodrat sebagai manusia. Teracuni konspirasi gila nan Nyata tentang tatanan baru dunia. Yang menjadwalkan banyak program diantaranya pengurangan jumlah populasi manusia. Setelah perang, virus, rekayasa dan lain sebagainya masih belum memenuhi tujuan mereka. Lalu mereka mulai menyusup ke ranah-ranah yang lebih halus dengan mengatasnamakan Cinta, padahal sejatinya menekan angka kelahiran agar menurut mereka terlihat tertata. Atas nama Cinta yang di maksud ialah satu gender yang suka sama suka, satu gender yang ingin berubah menjadi gender lainnya, atau satu gender yang suka dengan gender lain dan juga sesamanya. Berbicara tentang hak asasi manusia dan tak ingin di anggap sakit jiwa namun tak mau tau fitrah sebagai manusia. Sasaran utama dari propaganda mereka adalah generasi penerus kita yaitu 90 ribu anak Indonesia yang hidup di 90 Pulau berpenghuni yang berbeda. Tak sadarkah bahwa Negar...

Beragama dengan tersenyum

    Terkadang tak sedikit manusia yang beragama, namun tak tau hakikat dan tujuan dari kata “beragama” tersebut. Banyak orang yang memilih untuk beragama tetapi ketika ia merasa bisa dan merasa menguasai agama tersebut, ia langsung menghadirkan sekat pemisah kepada manusia lain yang berbeda agama atau bahkan yang satu agama namun berbeda aliran dengannya. Sejak dulu, saya ingin sekali membaca buku karya Mbah Sujiwo Tejo dan Mbah Kamba yang berjudul “Tuhan Maha Asyik” guna sedikit mendalami tentang hakikat beragama. Setelah saya bisa membaca buku tersebut dengan cara meminjam kepada salah satu kakak tingkat saya di perkuliahan sekitar lima hari lalu, saya jadi tertarik untuk membuat tulisan ini juga sekaligus mengerjakan tugas yang di berikan oleh si pemilik buku. Dalam buku tersebut saya menemukan banyak hal yang saya cari selama ini. Cakrawala berfikir saya mulai terbuka di antara kemampuan saya yang sangat terbatas. Saya  menyesal dulu ser...

Untukmu Generasi Muda

Ketika peristiwa Rengasdengklok menjadi saksi nyata tentang perjuangan Para Pemuda Bangsa yang ingin memerdekakan negaranya, tanpa bergantung pada negara yg penuh akan tipu daya. saat itu proklamasi bukanlah hal mudah untuk di kumandangkan, di antara banyaknya boneka bersenjata buatan Jepang. Nyawa menjadi taruhan tetapi aksi tetap di lakukan. mereka tak mau kemerdekaan seolah-olah di proklamasikan, atas dasar pemberian dan bukan atas dasar kemandirian. perlawananpun di lakukan hingga esoknya Proklamasi terkumandangkan. lantas di manakah para generasi muda yg seperti mereka?  ketika kita para pemuda sibuk dengan duniawinya, tanpa peduli akan negara. Kaum Muda bukanlah Tanpa daya, Kaum muda bukanlah tanpa prestasi nyata, kaum muda bukanlah tanpa pemikiran yg menyala, Kaum muda bukanlah tanpa peran dan hanya omong kosong semata. siapa berfikir kita telah merdeka?  tentram dan adil, damai dan sejahtera.  dapatkah kita untuk melihat semua, bahwa kita di jajah namun ...